Sebelum tikungan terakhir Red Sparta mencuri keunggulan dan menutup lomba dengan sprint optimal yang tak terkejar Maestro yang kelelahan dan Raja Asmara yang tak cukup cepat menyusul dari sisi luar.
Dalam lomba Kelas 2 Tahun THB INA jarak 1.200 meter, P. Tujuh tampil kian dominan, sempat kehilangan kontrol jelang finis, dia tetap berhasil mengunci kemenangan.
Eksekusi coming from behind Lady Baharna terus memakan korban. Di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, Sienna dan P. Musang King jadi korbannya.
Artemis menjadi juara Kelas E, jarak 1.200 meter di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, dengan menyalip empat kuda lain dari sisi luar.
Kemenangan Milana Eclipse di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, mencegah tiga kemenganan beruntun Roman the King, anak Cincerella Jatim.
Kemenangan War Kudeta atas Dominator tak hanya membalaskan kekalahan di kesempatan sebelumnya, tapi juga menggagalkan Dominator yang mengincar hattrick di Kelas Terbuka Sprint.
Mereka adalah kuda-kuda paling cepat, paling konsisten, dan paling kuat di Indonesia’s Horse Racing: Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.
Tanpa Naga Sembilan yang scratch jelang balapan dan Triple SS dan Queen Divona yang beralih ke kelas Sprint, Princess Gavi tanpa cela memenangkan Kelas Terbuka jarak 2.000 meter dari lawannya yang mayoritas minim pengalaman.