SARGA.CO – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) terus memperkuat fondasi pengembangan olahraga berkuda nasional melalui kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) olahraga berkuda yang profesional, sekaligus membangun ekosistem olahraga berkuda yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-60 PORDASI bertajuk Harmoni 6 Dekade yang digelar di PORDASI HQ, kawasan JIEPP Pulomas, Jakarta, pada 7 Juni 2026. Selain menjadi momentum perayaan organisasi, acara tersebut juga menjadi ajang peluncuran berbagai program strategis yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan pembinaan olahraga berkuda Indonesia.
Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo, menegaskan bahwa kemajuan olahraga berkuda tidak hanya bergantung pada prestasi atlet, tetapi juga pada kualitas sistem pembinaan, perlindungan atlet, pengembangan kuda berkualitas, hingga perluasan akses bagi atlet penyandang disabilitas.
Salah satu kerja sama yang diumumkan adalah dengan BRI Insurance (BRINS). Melalui kolaborasi ini, PORDASI akan melengkapi Program Rider License dengan perlindungan asuransi kecelakaan bagi para atlet berkuda.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Aryo PS Djojohadikusumo dan Direktur Utama BRINS Budi Legowo, serta disaksikan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi. Program ini diharapkan memberikan jaminan perlindungan yang lebih baik bagi para atlet, mulai dari santunan kecelakaan, biaya perawatan, hingga perlindungan atas risiko cedera yang dialami saat berkompetisi maupun berlatih. Penyerahan simbolis kartu Rider License kepada perwakilan atlet berkuda dilakukan di sela acara.
PORDASI juga menjalin kerja sama dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia guna memperluas pembinaan atlet berkuda penyandang disabilitas.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari program Road to Paralympic Brisbane 2032 yang bertujuan menyiapkan atlet-atlet berkuda disabilitas agar mampu bersaing di tingkat internasional. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Aryo PS Djojohadikusumo bersama Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi.
Melalui program tersebut, PORDASI berharap dapat menghadirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan sehingga lahir atlet-atlet berkuda penyandang disabilitas yang mampu mewakili Indonesia pada ajang Paralympic mendatang.
Di sektor pengembangan kuda, PORDASI menggandeng Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB untuk membangun pusat pengembangan dan pembiakan kuda unggulan atau Horse Breeding Center of Excellence.
Program ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan kuda-kuda berkualitas yang dapat menunjang peningkatan prestasi olahraga berkuda nasional. Sebagai langkah awal, PORDASI telah mengirimkan dua dokter hewan untuk mengikuti pelatihan di bidang reproduksi dan inseminasi buatan melalui kerja sama internasional dengan Prancis.
Berbagai kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi besar PORDASI dalam memperkuat ekosistem olahraga berkuda Indonesia. Selain peningkatan kualitas atlet dan SDM pendukung, program-program yang diluncurkan juga diarahkan untuk memperkuat aspek kesejahteraan atlet, pembinaan olahraga inklusif, hingga ketersediaan kuda berkualitas di dalam negeri.
Dengan sinergi antara organisasi olahraga, dunia pendidikan, sektor asuransi, dan lembaga pembinaan olahraga disabilitas, PORDASI berharap dapat mempercepat lahirnya generasi baru insan olahraga berkuda Indonesia yang profesional dan mampu bersaing di level internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co