SARGA.CO - Rangkaian kunjungan kerja AFASEC (Association de Formation et d’Action Sociale des Écuries de Courses) di Indonesia berlanjut dengan menghadiri Indonesia Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam 2026 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Setelah sebelumnya berdiskusi dengan joki, pelatih, horse owner, dan mengunjungi sejumlah stable, kali ini delegasi AFASEC berkesempatan melihat langsung bagaimana ekosistem pacuan kuda Indonesia berjalan dalam suasana perlombaan sesungguhnya.
Bagi delegasi asal Prancis tersebut, IHR Piala Paku Alam 2026 menjadi kesempatan penting untuk memahami berbagai aspek teknis dan operasional yang mendukung penyelenggaraan pacuan kuda nasional, mulai dari sistem registrasi kuda, pemeriksaan kesehatan, fasilitas penunjang, hingga kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah sesi wawancara langsung dengan sejumlah joki yang tampil di IHR Piala Paku Alam 2026. Perwakilan AFASEC Sebastien Armand Hamel, sempat berbincang dengan Joki Meikel Soleran, Jemmy Runtu, dan Trully Pantow
Delegasi AFASEC menanyakan berbagai hal terkait perjalanan karier para joki Indonesia, termasuk berapa lama mereka telah berprofesi sebagai joki, bagaimana proses mereka belajar menunggang kuda pacu, hingga peluang ekonomi yang bisa diperoleh dari profesi tersebut.
Selain itu, AFASEC juga menggali informasi mengenai frekuensi perlombaan yang diikuti para joki setiap tahunnya. Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari upaya mereka memahami pola karier dan sistem pengembangan profesi joki di Indonesia.
Dari berbagai wawancara tersebut, AFASEC kembali menemukan bahwa sebagian besar joki Indonesia meniti karier melalui jalur nonformal. Banyak dari mereka belajar langsung dari keluarga atau lingkungan yang telah lama berkecimpung di dunia pacuan kuda sebelum akhirnya memperoleh kesempatan tampil di lintasan pacu.
Temuan tersebut memperkuat hasil diskusi yang sebelumnya dilakukan bersama para pelaku industri pacuan kuda nasional mengenai pentingnya membangun sistem pendidikan dan pembinaan yang lebih terstruktur bagi calon joki Indonesia.
Selain berinteraksi dengan para joki, delegasi AFASEC juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung yang digunakan selama penyelenggaraan IHR Piala Paku Alam 2026.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain timbangan joki, area persiapan kuda, hingga kondisi lintasan pacuan yang digunakan dalam perlombaan.
Delegasi juga berdiskusi dengan dokter hewan yang bertugas di bawah naungan PORDASI untuk memahami prosedur pemeriksaan kesehatan kuda pacu, sistem pengawasan kesehatan, serta standar kesejahteraan hewan yang diterapkan dalam setiap perlombaan.
Tak hanya itu, AFASEC turut mempelajari mekanisme administrasi dan identifikasi kuda pacu di Indonesia, termasuk penggunaan Sertifikat Kuda Indonesia (SKI) yang menjadi dokumen penting dalam pencatatan identitas dan riwayat kuda pacu nasional.
Bagi AFASEC, pemahaman terhadap sistem administrasi dan pengawasan kesehatan kuda merupakan bagian penting dalam menilai kesiapan sebuah industri pacuan kuda yang profesional dan berkelanjutan.
Selama menyaksikan jalannya perlombaan, delegasi AFASEC juga melakukan pengamatan terhadap kualitas kuda maupun kemampuan para joki yang tampil di lintasan.
Beberapa kuda menarik perhatian karena menunjukkan kualitas fisik, teknik berlari, serta daya saing yang dinilai menjanjikan.
Selain itu, sejumlah joki juga mendapat catatan positif berkat gaya berkuda, pengambilan keputusan selama balapan, serta kemampuan mereka dalam mengendalikan kuda di berbagai situasi perlombaan.
Pengamatan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan AFASEC untuk memahami potensi pengembangan industri pacuan kuda Indonesia di masa mendatang.
Kunjungan ke IHR Piala Paku Alam 2026 sekaligus menutup rangkaian observasi lapangan yang dilakukan delegasi AFASEC selama berada di Indonesia. Berbagai temuan dari kunjungan ke stable, sekolah, forum diskusi, hingga arena pacuan akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi dan program kerja sama lanjutan bersama SARGA.CO dalam pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem pacuan kuda nasional.
Melalui pendekatan tersebut, kerja sama antara SARGA.CO dan AFASEC diharapkan tidak hanya menghadirkan transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya sistem pendidikan dan pembinaan pacuan kuda Indonesia yang mampu memenuhi standar internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co