SARGA.CO – Almeraq menutup Royal Ascot 2026 dengan kemenangan dramatis setelah mengalahkan wakil Jepang Satono Reve hanya dengan selisih hidung pada Queen Elizabeth II Jubilee Stakes, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam salah satu finis paling ketat sepanjang lima hari festival pacuan kuda itu, Almeraq memastikan gelar Grup 1 (G1) pertamanya sekaligus mengakhiri rangkaian balapan elite Royal Ascot tahun ini dengan cara yang spektakuler.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Almeraq baru menjalani start keduanya sejak pulih dari kecelakaan serius yang dialaminya pada 2025. Setelah melewati masa pemulihan panjang, kuda berusia empat tahun itu kembali ke panggung tertinggi dan langsung menaklukkan salah satu lomba sprint paling bergengsi di Eropa.
Queen Elizabeth II Jubilee Stakes merupakan balapan sprint Grup 1 berjarak enam furlong atau sekitar 1.207 meter yang menawarkan total hadiah £1 juta. Digelar di lintasan lurus Ascot, lomba ini menjadi salah satu sorotan utama pada hari terakhir Royal Ascot.
Persaingan berlangsung ketat sejak awal dengan 18 peserta berpacu di atas lintasan berkarakter good-to-firm. Satono Reve datang membawa harapan Jepang untuk meraih kemenangan sprint besar di Eropa, sementara Joliestar dari Australia juga termasuk di antara kandidat kuat juara.
Memasuki 200 meter terakhir, sejumlah kuda masih memiliki peluang yang sama besar untuk menang. Satono Reve sempat terlihat berada di posisi ideal untuk mencuri kemenangan internasional yang prestisius bagi Jepang.
Namun tepat menjelang garis finis, Almeraq menemukan akselerasi terakhir yang menentukan. Dalam beberapa langkah penutup, ia menyodok ke depan dan merebut kemenangan dengan selisih hidung atas Satono Reve. Joliestar menyusul di posisi ketiga setelah pertarungan sengit yang didominasi para peserta internasional.
Almeraq menyelesaikan perlombaan dalam waktu 1 menit 11,82 detik.
Kemenangan Almeraq di Royal Ascot menympan kisah yang lebih besar dari sekadar hasil lomba. Pada 2025, Almeraq mengalami insiden jatuh yang serius, kecelakaan yang juga membuat joki utamanya, Jim Crowley, harus menepi dalam proses pemulihan yang panjang.
Karena itu, keberhasilan Almeraq kembali menjuarai balapan G1 menjadi momen emosional bagi timnya.
“Ia adalah kuda yang sangat mengagumkan. Kami selalu menyukainya dan saya rasa ia masih bisa berkembang karena jumlah startnya relatif sedikit,” ujar pelatih William Haggas.
ujar Pelatih Haggas tentang kembalinya Almeraq ke lintasan pacu.
Joki Tom Marquand juga mengungkapkan bahwa pikirannya langsung tertuju kepada Crowley sesaat setelah melewati garis finis.
"Saya tidak mengatakan ini hanya untuk sensasi semata, tetapi ketika saya merasa menang, pikiran pertama saya langsung tertuju kepada Jim. Kuda ini dan Jim sama-sama mengalami kecelakaan mengerikan pada akhir tahun lalu," kata Marquand.
Dia hanya berharap kesempatan dan kemenangan untuk Almeraq datang bersama Joki Crowley yang masih menepi karena kecelakaan September 2025 lalu. "Jim masih berjuang untuk kariernya. Seharusnya dialah yang menunggangi kuda ini karena ini adalah tunggangannya," tambah Marquand.
Royal Ascot kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu festival balap kuda paling bergengsi di dunia. Digelar selama lima hari di Ascot Racecourse, ajang ini menghadirkan deretan balapan Grup 1 terbaik Eropa dan menjadi salah satu sorotan utama kalender olahraga musim panas Inggris.
Edisi 2026 menghasilkan sejumlah cerita besar, mulai dari kemenangan bersejarah Ombudsman di Prince of Wales's Stakes hingga duel sprint menegangkan yang dimenangkan Almeraq pada Queen Elizabeth II Jubilee Stakes.
Bagi Almeraq, kemenangan ini bukan hanya tentang meraih gelar Grup 1 atau membawa pulang hadiah utama. Setelah melewati masa pemulihan yang panjang, keberhasilannya bangkit dan menutup Royal Ascot dengan kemenangan dramatis menjadikannya salah satu kisah paling inspiratif dari festival tahun ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co