SARGA.CO - Indonesia Derby 2026 akan menjadi puncak persaingan kuda-kuda terbaik nasional pada musim ini. Selain berstatus Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI Ke-60 Seri I Tahun 2026, ajang yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, juga menjadi balapan penutup Triple Crown Series 2026 dan pembuka perburuan gelar juara umum Kejurnas antarkontingen.
Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, sementara babak final akan digelar dua pekan kemudian, Minggu, 26 Juli 2026. Sebanyak 18 race akan dipertandingkan dengan total hadiah pembinaan mencapai Rp1 miliar, menjadikannya salah satu event pacuan kuda dengan hadiah terbesar pada musim 2026.
Indonesia Derby 2026 juga menjadi seri pembuka dalam rangkaian Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI Ke-60 Tahun 2026. Setelah Seri I di Pangandaran, persaingan antarkontingen akan berlanjut pada Kejurnas Seri II yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Poin yang dikumpulkan pada Seri I akan menjadi modal penting dalam perebutan gelar juara umum nasional. Kontingen dengan perolehan poin tertinggi pada Seri I berhak membawa pulang Piala Bergilir Ketua Umum PP PORDASI, sedangkan akumulasi poin Seri I dan Seri II akan menentukan peraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Indonesia Derby 2026 juga memiliki arti penting bagi kuda-kuda generasi tiga tahun karena menjadi seri penutup Triple Crown Series 2026, rangkaian perlombaan klasik paling bergengsi di pacuan kuda Indonesia.
Peluang lahirnya peraih Triple Crown musim ini telah tertutup setelah dua seri pertama dimenangi oleh kuda yang berbeda. Maxi of Khalim sukses menjuarai Triple Crown Serie I, sementara Saga Serumpun tampil sebagai pemenang Triple Crown Serie II pada Piala Raja Paku Alam 2026.
Meski demikian, Indonesia Derby tetap menyajikan pertarungan prestisius. Maxi of Khalim maupun Saga Serumpun masih berpeluang menorehkan Double Crown apabila mampu menaklukkan lintasan Legok Jawa dan memenangi Derby pada akhir Juli mendatang.
Situasi tersebut membuat persaingan menuju Indonesia Derby 2026 semakin terbuka. Tidak ada satu kuda yang datang sebagai calon peraih Triple Crown, sehingga gelar balapan klasik paling bergengsi musim ini masih dapat direbut oleh sejumlah kandidat terbaik generasi tiga tahun.
Indonesia Derby 2026 mempertandingkan delapan kelas utama yang menjadi dasar perebutan poin Kejuaraan Nasional antar kontingen daerah.
Race paling bergengsi adalah Kelas 3 Tahun Derby, Triple Crown Serie III. Para kuda usia Derby ini akan berpacu dalam jarak terjauh dalam karier mereka, 2.000 meter dengan total hadiah Rp250 juta.
Selain Derby, terdapat Kelas 3 Tahun Remaja jarak 1.600 meter dengan hadiah Rp125 juta, Kelas 2 Tahun Pemula A/B jarak 1.400 meter dengan hadiah Rp100 juta, serta Kelas 2 Tahun Pemula C/D jarak 1.200 meter dengan hadiah Rp75 juta.
Bagi kuda usia empat tahun, tersedia Kelas 4 Tahun A/B jarak 2.000 meter dengan hadiah Rp75 juta dan Kelas 4 Tahun C/D jarak 1.600 meter dengan hadiah Rp50 juta. Para kuda angkatan King Argentine, Wonderland, dan Romantic Spartan akan bertarung di kelas ini.
Sementara itu, dua kelas THB INA juga dipertandingkan, yakni Kelas 2 Tahun THB INA jarak 1.400 meter dengan hadiah Rp50 juta dan Kelas 3 Tahun ke Atas THB INA jarak 1.600 meter dengan hadiah Rp75 juta.
Selain delapan kelas utama, Indonesia Derby 2026 juga menghadirkan 10 pacuan tambahan yang membuka peluang lebih luas bagi para peserta.
Kelas Terbuka Sprint jarak 1.300 meter menjadi pacuan tambahan dengan hadiah terbesar, yakni Rp40 juta. Di bawahnya terdapat Kelas B jarak 1.600 meter dengan hadiah Rp30 juta dan Kelas C jarak 1.300 meter dengan hadiah Rp25 juta.
Sementara itu Kelas D jarak 1.200 meter memperebutkan hadiah Rp20 juta, Kelas E jarak 1.200 meter sebesar Rp15 juta, serta Kelas F jarak 1.000 meter dengan hadiah Rp10 juta.
Panitia juga menyediakan empat kelas non-finalis yang diperuntukkan bagi kuda yang gagal melaju ke babak final kelas utama, yakni Non Finalis Derby (2.000 m), Non Finalis Remaja (1.600 m), Non Finalis Pemula A/B (1.400 m), dan Non Finalis Pemula C/D (1.200 m). Masing-masing menyediakan hadiah Rp15 juta.
Berbeda dengan seri reguler Indonesia's Horse Racing, Indonesia Derby 2026 menggunakan format dua tahap.
Babak penyisihan akan dilangsungkan pada 12 Juli 2026 untuk menentukan para finalis. Selanjutnya para kuda terbaik akan kembali bertarung pada babak final yang digelar 26 Juli 2026.
Selain memperebutkan hadiah pembinaan, kontingen peserta juga akan mengumpulkan poin Kejurnas untuk menentukan Juara Umum Seri I. Kontingen dengan perolehan poin tertinggi berhak membawa pulang Piala Bergilir Ketua Umum PP PORDASI.
1. Kelas 3 Tahun Derby (2.000 m), hadiah Rp250 juta
2. Kelas 3 Tahun Remaja (1.600 m), hadiah Rp125 juta
3. Kelas 2 Tahun Pemula A/B (1.400 m), hadiah Rp100 juta
4. Kelas 2 Tahun Pemula C/D (1.200 m), hadiah Rp75 juta
5. Kelas 4 Tahun A/B (2.000 m), hadiah Rp75 juta
6. Kelas 4 Tahun C/D (1.600 m), hadiah Rp50 juta
7. Kelas 2 Tahun THB INA (1.400 m), hadiah Rp50 juta
8. Kelas 3 Tahun ke Atas THB INA (1.600 m), hadiah Rp75 juta
1.Kelas Terbuka Sprint (1.300 m), hadiah Rp40 juta
2.Kelas B (1.600 m), hadiah Rp30 juta
3.Kelas C (1.300 m), hadiah Rp25 juta
4. Kelas D (1.200 m), hadiah Rp20 juta
5. Kelas E (1.200 m), hadiah Rp15 juta
6. Kelas F (1.000 m), hadiah Rp10 juta
7. Kelas Non Finalis Derby (2.000 m), hadiah Rp15 juta
8. Kelas Non Finalis Remaja (1.600 m), hadiah Rp15 juta
9. Kelas Non Finalis Pemula A/B (1.400 m), hadiah Rp15 juta
10. Kelas Non Finalis Pemula C/D (1.200 m), hadiah Rp15 juta
Install SARGA.CO News
sarga.co